Breaking News
Loading...
Jumat, 14 Agustus 2015

Mau Langsing Tak Harus 'Musuhi' Karbohidrat, Begini Triknya

00.11
Demi memiliki berat badan yang ideal, tak sedikit orang yang masih menganggap karbohidrat sebagai musuh. Sehingga mereka dengan sengaja mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi karbohidrat, seperti nasi, saat sedang ingin menurunkan berat badan. 

Padahal menurut beberapa ahli gizi, pola pikir semacam ini tidak benar. Pola makan yang tepat adalah gizi seimbang, di mana karbohidrat pun termasuk salah satu di antaranya. Anda hanya perlu memilih jenis asupan karbohidrat yang tepat agar berat badan tetap terkontrol dan pemenuhan gizi seimbang terjaga.

Sengaja memangkas asupan karbohidrat juga justru menimbulkan masalah baru bagi kesehatan. Salah satunya adalah menjadi lebih sulit konsentrasi, mood swing dan lemas.

"Manusia setiap harinya membutuhkan karbohidrat untuk kinerja otak dan otot. Keluhannya juga bisa berupa sakit kepala, bahkan bisa pingsan," ungkap ahli gizi peraih gelar Master of Nutrition and Dietetics dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi, BSc, MND, kepada detikHealth. 


Oleh sebab itu, studi dari British Journal of Nutrition mengungkapkan bahwa Anda sebaiknya tetap mengonsumsi cukup karbohidrat. Pilih karbohidrat yang kaya akan serat seperti biji-bijian dan gandum. Selain kaya akan karbohidrat, biji-bijian juga mengandung berbagai macam antioksidan, vitamin B, protein, mineral, lemak sehat dan serat.

Disambung kembali oleh Victoria, ada baiknya juga Anda memilih karbohdirat dengan indeks glikemik (IG) rendah. "Jadi sebaiknya bukan menghilangkan karbohidrat tapi memilih jenis karbohidrat yang rendah IG (indeks glikemik -red-). Porsinya juga dibatasi sebanyak 1 mangkuk kecil per makan, tiga kali sehari," pesan Victoria.

Beberapa jenis asupan dengan IG rendah di antaranya oatmeal, jagung rebus, susu skim, pear, apel dan kacang tanah. Jangan lupakan juga nasi merah yang merupakan karbohidrat kompleks dan mengolah gula dengan lambat. Hal ini menjaga kadar gula dalam darah tubuh sehingga tak cepat merasa lapar. Kandungan serat yang tinggi dan kehadiran vitamin B kompleks juga berkontribusi untuk mengontrol metabolisme.
Share:





0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer